Rabu, 16 April 2008

Demam, Tangani Anaknya Bukan Termometernya

Demam merupakan salah satu tanda adanya mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan peradangan atau infeksi. Dalam keadaan demam, pernafasan menjadi lebih cepat sehingga lebih banyak oksigen yang beredar dalam pembuluh darah. Denyut jantung juga bertambah cepat karena memompa banyak darah.

Infeksi ringan tidak menyebabkan demam dan jika timbul demam biasanya sembuh dalam 1 atau 2 hari. Suhu tubuh di atas 380C menunjukkan adanya infeksi yang lebih berat.


Demam terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme. Dapat juga diakibatkan faktor non-infeksi seperti kompleks imun atau inflamasi (peradangan). Virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan leukosit (sel darah putih) melepaskan pirogen endogen (zat penyebab demam) yang selanjutnya memicu produksi prostaglandin E2 yang meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam.

Orang-orang yang sedang demam akan merasa haus akibat pengeluaran keringat yang banyak karena suhu tubuh yang tinggi. Dianjurkan penderita banyak minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

Bila suhu terlalu tinggi maka dapat digunakan beberapa jenis obat seperti parasetamol, aspirin dan obat-obat anti inflamasi non steroid (AINS) seperti ibuprofen. Terapi supportif juga dapat dilakukan seperti:
1. banyak istirahat
2. banyak minum air putih
3. gunakan air panas untuk mengkompres dan meredakan rasa sakit
4. kenakan pakaian tipis pada ruangan yang baik ventilasinya.

Kini demam dianggap sebagai respon ’sehat’ terhadap penyakit. Upaya penanganan demam bukanlah priorotas utama. Penanganan utama adalah dengan mengidentifikasi penyebab terjadinya demam. Dengan demikian penangan terhadap penyakit dapat lebih mudah dilakukan.

Penanganan terhadap penyakit deman tidak semata-mata dengan memberikan obat penurun demam. Usaha penanganan demam lebih ditunjukkan pada pengatasan ketidaknyamanan anak, menekankan pada upaya mencari penyebab dan memprioritaskan pengobatan esensial saja. Hal ini untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih efisien.

2 komentar:

emanrais mengatakan...

Nah lho, betul itu. Pokoknya klo ada anggota keluarga yang demam tinggi smp 39 derajat Celcius, segera bawa ke rumahsakit terdekat buat pemeriksaan lab. Deteksi dini buat cegah dini. Takut terlambat.

rhe mengatakan...

klo mau penanganan sendiri utk deman yg masih ringan (blm smp 39 derejat Celcius) trus mau pake obat buat nurunin panas, lebih baik pake parasetamol aja dulu. memang sih lebih lama turun na dibanding klo pake ibuprofen. tp setidak na penurunan yg g langsung ini bs lbh mnyelamatkan klo tnyata mrp tanda" demam bdarah.

klo langsung pake ibuprofen memang panas akan cepat turun, tapi klo panas itu adl gejala awal demam bdarah, malah mbuat penyakit sebenar na g tdeteksi shg penanganan na dpt tlambat.

ok.